Bupati Toba Tinjau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Bupati Toba Tinjau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Dalam mengejar target pembangunan Destinasi Pariwisata Superprioritas sebagai Program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang merupakan salah satu program prioritas nasional, Bupati Toba Ir Poltak Sitorus meninjau kondisi jalan disepanjang meat sitangkor, Kecamatan Tampahan guna rencana perbaikan aksesbilitas pesisir danau toba hingga berakhir di pesisir pantai Hatulian, Kecamatan Laguboti, Rabu (07/04/21).

Selanjutnya, bertempat di Hatulian Beach, Bupati Toba kemudian melakukan pertemuan langsung dengan delapan kepala desa yang berada disepanjang pesisir danau toba kecamatan laguboti untuk membicarakan terkait kesiapan masyarakat didelapan desa yang lahannya akan dipakai dalam pembangunan akses jalan agar tidak ada permasalahan yang terjadi kedepannya dalam peningkatan destinasi kepariwisataan pantai dan danau.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Hatulian Sahat Hutajulu bahwa masyarakat sudah setuju untuk dibangun akses jalan untuk pendukung destinasi keparwisataan di sepanjang pesisir danau toba di kecamatan laguboti. 


Senada dengan kepala desa hatulian, Kepala Desa Tinggir Pasir Linggu Hutajulu juga mengatakan bahwa masyarakat desa dipesisir pantai sepanjang desa tinggir pasir dan desa aruan juga setuju akan adanya program pembangunan akses jalan yang nantinya untuk infrastruktur kepariwisataan pantai dan danau. Demikian juga dengan Kepala Desa Pardinggaran Juli Pangaribuan yang dengan tegas menyatakan bahwa masyarakat sudah mendukung pembangunan akses jalan untuk mendorong pembangunan destinasi wisata karena menurut beliau adanya pembangunan akses jalan ini seakan anugerah untuk peningkatan daya tarik kepariwisataan dan sangat mendukungnya. 


Dikesempatan yang sama Kepala Bapedda James Silaban menyampaikan kepada Plt Kepala Desa Sitolu Ama Melda Friska Sinurat agar bersinergi dengan sigumpar karena adanya lahan masyarakat sepanjang 30 meter yang berbatasan langsung dengan sigumpar yang masih mengalami permasalahan sesuai survei yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. 

Sementara itu dalam arahannya, Bupati Toba menyampaikan bahwa apa yang diperlukan pemerintah diharapkan dukungan penuh dari masyarakat. "Kami mengharapkan akses penghubung kedelapan desa bisa terealisasi, juga akses jalan pariwisata bisa dinikmati karena yang kita jual adalah pantai dan danaunya dengan tujuan menjadi pariwisata berkelas". Ujar Bupati Poltak

Bupati Poltak juga menambahkan bahwa ada beberapa hal yang harus disiapkan selain akses jalan, yaitu keindahan pantai dan danau. "Salah satu penghalang keindahan pantai dan danau adalah kalo ada masyarakat membangun bangunan tanpa ijin tepat disebelah pantai, karena bangunan disebelah pantai akan mengurangi nilai keindahan. 

Harus ada ruang kosong di pesisir pantai, jadi semua harus clear untuk penataan bangunan di daerah pantai dan danau". Tegas Bupati Poltak Bupati juga mengingatkan agar menerapkan sapta pesona sebagai pelaku wisata dalam menarik wisatawan terutama dalam hal keramahan menerapkan prinsip "somba marhula hula"

You may like these posts